Inuyasha

Minggu, 16 Agustus 2015

Haewon eps2


"Tik tok tik tok ..." keringat dingin muncul ditubuhku sura dentingan jam pun terasa seperti suara monster rasanya seperti suara yang sangat keras, hatiku pun mulai bergejolak, aku mulai ketakutan ..... dan serentak "hah ... hah. ..hah .. "aku bernapas cepat dan sangat ketakutan rasanya itu seperti bukan mimpi.kemudian aku mulai membuka mata dan melihat siapa yg memeluk ku, lqlu aku pun berteriak" aahhhh .... !!! "Dan seseorangpun mulai menenngkan ku, dia adalah bibiku, istri dri pamanku yg kucari. Aku mulai ingat kejadian itu, dimana hari-hariku mulai terasa ingin mati saja. Hari itu ....
Mataku tertutup dengan seutas kain, tanganku masih terikat dengan kuat, nafasku pun mulai terengah-engah, suaraku pun mulai habis karena sering berteriak, mulutku terasa kering, baju ku pun basah karena keringat dingin, tubuhku pun mulai gemetar karena kelaparan. Aku mulai lelah dan letih beberapa kali aku pingsan dan aku bangun sendiri.
Suara-suara yang sering aku dengarpun mulai tak asing lagi ditelingaku, suara deburan ombak, kicauan burung laut, suara samudra, angin kencang, suara lonceng, serta tiupan terompet kapal. Rungan ini mulai terasa sempit, banyak barang disekitarku, bau amis ini mengingatkanku akan jaring ku, bau busuk dari keringat ini mengingatkan ku akan baju ku yg kotor, lantai nya pun mulai terasa basah dan dingin, banyak sekali guncangan, terpaan angin mulai terasa sampai kedalam , suara banyak di luar pun mulai bergemuruh. Menandakan akan adanya badai. Saat itu aku berharap kapal ini tenggelam dan aku lebih baik mati di laut dalam, dr pada harus hidup dengan dijual. Seandainya aku pun selamat dri badai ini, maka akan ada badai yg lebih hebat menantiku disana.
"Oh ayah Anda ... selamatkanlah anakmu ini, datangkanlah malaikat dri sana untuk menjemputku. Biarkanlah aku ikut bersamamu ke alam sana ayah Anda, sungguh tersiksa hidupku, sungguh berat hidup ini tanpamu ayah ... berikanlah putrimu ini kekuatan untuk menghadapi semua rintangan ini , oh ayah Anda .... "dengan cucuran air mata aku berdoa padanya, 😭untuk terlepas dari semua ini.
"Teng tong teng tong ..." suara bel berbunyi, serentak aku pun terbangun dari mimpi itu. Kini aku berbaring lemas di kamar yang begitu mewah ini, kasur yg seempuk roti dilapisi dengan kelembutan selimut dri kain sutra dan harum aroma vanili di mana-mana, korden yang panjang terurai disetiap sudutnya, pintu yg sebesar pintu istana, dan aku bisa bernapas luas karena lapangnya kamar ini. Sungguh mewah indah dan menawan, tapi apalah daya aku hanya bisa melihat, bahkan bicarapun tak sanggup lagi.
Suara kaki melangkah mendekatiku, terlintas bayangan itu pun kembali terngiang dikepalaku.
Kala itu aku mendengar langkah'langkah kaki, bukan hany 1, mungkin 4, tidak 5, bahkan mungkin 20 ... satu langkah demi langkah ada yang mendakatiku, mulai dekat dengan pintu mulai terasa sangat dekat, kemudian aku mendengar suara decitan pintu "krek ... Kret ... krek "pintupun mulai terbuka dan" DUARRRR .... !!! "Pintunya terbanting, atau sengaja dibanting aku tidak tahu yg jelas suara pintu itu terasa seperti terbanting. Aku pun mulai takut, dan aku mulai mundur kebelakang secara perlahan. Langkah kaki itu mulai mendekat dan mendekat terus mendekat. Aku pun mulai pasrah dan memejamkan mata, hatiku tertegun, jntungku trsa berhenti sekejab, terdengar suara hening ...
Tak ada satu katapun, tiba-tiba langkahnya pun terhenti, kemudian mulai menjauh dan menjauh. Pintu pun mulai tertutup, hatiku pun mulai tenang, aku mengambil nafas lega dan mulai mencari tempat sembunyi lagi. Tapi ....
"KLENTANG !!!" ada sesuatu dibelakangku jatuh berurutan tak henti'hentinya. Pintu yg tadi hampir tertutup tiba tiba dibanting kembali, langkah kaki itu kembali lagi. Dan dia menemukanku ...
Aku, yg tdinya hampir dilupakan oleh mereka akhirnya memancing perhatian mereka. "Kau !!! Aku hampir lupa kalau ada kau disini !!!  .... mau mati ya? Tidak bisakah kau hanya duduk diam disni. Kau tahu kau merusak semua peralatan kami. Kau akan kuberi pelajaran !! KLEPAK. ...... !!!! "dengan berulang kali dia menamparku dan terus berteriak.
Bersambung ....


Nantikan haewon eps3 dan jgn lupa baca haewon eps 1 ya ^ - ^ hanya di MiaEffendi.blogspot.com
Terimakasih telah membaca

Tidak ada komentar:

Posting Komentar